Pengertian Deskripsi :: Contoh Karangan Deskripsi

Pengertian Deskripsi :: Contoh Karangan Deskripsi

October 08, 2015 0

Pengertian Karangan Deskripsi

Menurut Gorys   Keraf Kata  deskripsi  berasal  dari  bahasa  Latin  describere yang  berarti menggambarkan   atau   memeriksa   suatu   hal.
Karangan Deskripsi
Pengertian Karangan Deskripsi
Pengertian Karangan Deskripsi Menurut Ahli Suparno  dan  Muhamad  Yunus menyatakan  karangan  deskripsi  adalah  suatu  bentuk  karangan  yang  melukiskan  sesuatu  sesuai  dengan
keadaan   sebenarnya, sehingga pembaca dapat mencitrai    (melihat, mendengar,  mencium,  dan  merasakan)  apa  yang  dilukiskan  itu  sesuai dengan citra penulisnya.

Contoh Karangan Deskripsi

Berikut Contoh Karangan Deskripsi
Kuiringkan Karsih memasuki halaman luas rumah itu. Pintu pagar besi berderit,  dan  seketika  terdengar  salak  anjing  riuh  rendah.  Karsih  ragu-ragu dan  agak  takut.  Seorang  laki-laki  itu  sedang  membersihkan  mobil yang berderet  disebelah  kiri  halaman  dari  segala  macam  merek  terbaru.  Begitu laki-laki  itu  mendekati  kami,  Karsih  ragu-ragu  bertanya,  apakah  rumah  itu milik Bapak Angga. Laki-laki itu mengangguk ragu, tetapi Rini cepat memperkenalkan   diri.   Laki-laki   itu   mempersilahkan   mereka   masuk.
Halaman  yang  luas  dan  ditata  rapi  itu  kami  lalui.  Ruangan  pun  tersusun rapi,    mewah,    dan    intelek.    Sayup-sayup    terdengar    bunyi    piano mengumandangkan    lagu-lagu    klasik.    Jam    dinding    besar    berdetak menambah  kelengkapan  ruangan  itu. Rini  dipersilahkan  duduk.  Aku  dan Rini dengan ragu-ragu duduk di atas kursi yang di alas karpet berbulu tebal yang warnanya sangat serasi dengan kursi tersebut.

Langkah - langkah Menulis Karangan Deskripsi 

Jadi sebelum anda menulis karangan Deskripsi selain mengetahui Pengertian Karangan Deskripsi , kita juga harus tahu langkah - langkah menulis karangan deskripsi , antara lain :
a.Menentukan dan mengamati objek yang akan dideskripsikan.
b.Menentukan atau menyeleksi bagian yang akan dideskripsikan.
c.Menyajikan  informasi  yang  dideskripsikan  dengan  menyelaraskannya dengan   hal-hal   yang  mendukung   objek   yang   dideskripsikan   agar semakin kuat dan menarik.

Demikian sedikit makalah Pengertian Karangan Deskripsi dan Contoh Karangan Deskripsi , semoga bermanfaat. Terima Kasih.
Garis Besar Penulisan Artikel

Garis Besar Penulisan Artikel

October 08, 2015 0

Garis Besar Penulisan Artikel

Garis Besar Penulisan Artikel - Jika kemarin kita sudah mengetahui arti dari sebuah artikel atau artikel ilmiah, jadi dalam pembuatan artikel maupun artikel ilmiah , harus memiliki kriteria atau garis besar dalam pemuatan jurnal.
Artikel ilmiah dapat diangkat dari hasil penelitian, dapat  pula  berupa  hasil  kajian
kritis atas suatu bidang keilmuan.
Artikel

Garis Besar Artikel / Artikel Ilmiah

Garis Besar Penulisan Artikel ada 6 bagian antara lain :
1. Judul
Biasanya yang pertama dibaca orang adalah  judul.  Rasa ketertarikan  orang  terhadap  sebuah artikel  biasanya  sangat   ditentukan   pada   saat membaca judul. Oleh karena itu, judul  sebaiknya  diusahakan  singkat,  padat,  menarik,profokatif, jelas, dan mencerminkan permasalahan atau tujuan yang akan dibahas. Judul sebaiknya tidak terlalu pendek, atau tidak  terlalu  panjang,  biasanya   antara  8  s.d.  12 kata.  Judul  yang  terlalu  pendek  cenderung  sangat  umum,  sedangkan   yang terlalu panjang   sangat   spesifik.   Judul    hendaknya    benar-benar    menggambarkan    atau memayungi isi artikel. Di bawah  judul  dituliskan  nama  penulis  artikel,  biasanya  tanpa sebutan gelar, dan diikuti nama lembaga asal penulis.
2.Abstrak
 Abstrak    merupakan    intisari    artikel    yang    akan dikemukakan. Abstrak harus singkat, padat, dan  harus  telah  mencerminkan  isi  artikel. Oleh karena itu, dengan membaca abstrak saja pun, orang sudah dapat  memiliki  pemahaman  isi artikel. Abstrak artikel dari hasil penelitian biasanya terdiri atas tiga  paragraph(meski ada pula yang hanya  satu  paragraph).  Paragraf  pertama   berisi  tujuan,  kedua berisi cara  penelitian,  dan  ketiga  berisi  hasil  atau  kesimpulan.  Abstrak  artikel  ilmiah nonhasil penelitian  jumlah paragraf tidak dipersoalkan, yang penting berisi intisari artikel.
Panjang  abstrak  artikel  berkisar  antara  100  –  150  kata,  ada  pula  yang  membatasi maksimum  200  kata.  Bahasa  dalam  penulisan  abstrak  bergantung  pada   ketentuan selingkung  jurnal atau majalahnya. Abstrak ada yang ditulis dalam dua bahasa, ada pula yang dalam satu bahasa sesuai dengan  bahasa  naskah/artikel,  ada  pula  yang  dalam bahasa yang berbeda dengan bahasa naskah/artikel. Di bagian bawah  abstrak,  tuliskan kata kunci. Kata kunci merupakan istilah  penting  yang  terkait  dengan  artikel,  tersebut harus terdapat dalam abstrak
3. Pendahuluan
Pendahuluan seringkali dijadikan subjudul  pertama artikel ilmiah (dengan  berbagai  variasi  bergantung  pada  gaya  selingkung  jurnal  atau majalahnya).  Pada  bagian  ini  permasalahan  diperkenalkan   pada   pembaca   sebaik-baiknya, dari latar belakang, identifikasi, pembatasan, perumusan,  tujuan,  dan  manfaat penulisan.  Bagian  pendahuluan  ini  akan  berfungsi  secara  baik  bila   pembaca   tidak menjadi penerima  yang  pasif,  tetapi  mereka  akan  menjadi  bergairah  dalam  mencari informasi  baru.  Khusus  artikel  yang  diangkat  dari  hasil  penelitian   pada   bagian   ini disajikan landasan teori yang digunakannya secara singkat saja. Uraian teori  tidak  perlu
panjang  lebar   seperti   dalam   laporan   penelitiannya,   tetapi   cukup   disajikan   yang substansial dan jika perlu disajikan rasionalnya. Ada pula jurnal yang menjadikan  bagian teori ini menjadi bab tersendiri, dengan judul kajian teori atau  landasan  teori  atau  judul yang lainnya sesuai dengan subtansi teori yang digunakan.

Garis Besar Penulisan Artikel

4.Cara penelitian
Bagian ini khusus diperlukan  untuk  artikel  dari hasil penelitian. Pada  jurnal  tertentu,  bagian  ini  disatukan  pada  bagian  pendahuluan sehingga  tidak  menjadi  bab  tersendiri.  Pada  bagian   ini   dijelaskan   secara   singkat prosedur penelitian yang telah dilakukannya. Hal-hal yang perlu disajikan pada bagian ini antara lain subjek penelitian,  sumber  data,  informan,  responden   atau  istilah  lainnya; populasi   dan   sampel,   cara   penyampelan,   besaran   sampel   dan    lain-lain;    cara
pemerolehan   data,   instrumen,   keabsahan,   keandalan;   dan   teknik   analisis   yang digunakan.
5. Isi atau Batang Tubuh
Bagian ini berisi uraian atau  pembahasan terkait dengan masalah yang dimunculkan dalam pendahuluan.  Bagian  ini  dapat  terdiri atas beberapa  subjudul.  Nama  subjudul  biasanya  terkait  dengan  butir-butir  masalah yang  diangkat,  yang  kadang-kadang  tergambarkan   pula   pada   judul   artikel.   Yang diuraikan pada bagian ini biasanya yang  termasuk  ke  dalam  D -nya  judul  artikel,  yaitu bagian  yang  diterangkan  atau  inti  judul.  Selanjutnya,  bagian  D  ini  dapat   diuraikan berdasarkan aspek yang dipandang perlu untuk  diungkapkan,  yang  perlu  disampaikan
pada pembaca. Aspek yang dimaksud dapat meliputi konsep, ciri-ciri, kategori atau jenis,
fungsi, prosedur, konteks, dan sebagainya.  Bila artikel diangkat dari hasil penelitian  ada yang hanya menuliskan “Hasil penelitian dan Pembahasan” .
6. Daftar pustaka.
Daftar pustaka kadang-kadang disebut referensi,berisi semua sumber pustaka yang  dirujuk  dalam  artikel.  Yang  tidak  dirujuk  mestinya tidak muncul dalam bagian ini. Penulisan daftar pustaka menyesuaikan gaya selingkung,biasanya meluputi nama penulis, tahun  penulisan,  judul  pustaka,  kota  penerbit,  nama penerbit. Tanda baca dan  pengurutan  dalam  daftar  pustaka  sangat  bergantung  pada gaya  selingkung.  Penulisan  daftar  pustaka  tidak  perlu  diberi  nomor,  tetapi  disajikan secara alfabetis.  Gelar  kesarjanaan  dan  jabatan  akademis  tidak  ditulis  dalam  daftar
pustaka. Penulisan nama penulis sumber pustaka ini mestilah koheren dengan penulisan
nama dalam perujukan (lhat butir 5, bagian Catatan).
Garis Besar Penulisan Artikel

Demikian sedikit ulasan tentang Garis Besar Untuk Menulis Artikel, semoga bermanfaat.
Terima kasih.


Pengertian Surat :: Jenis Surat

Pengertian Surat :: Jenis Surat

October 01, 2015 0

Pengertian Surat

Kali ini Dunia Perpustakaan akan membahas tentang Pengertian Surat .Semakin canggihnya peralatan berkomunikasi antarmanusia seperti telepon,  telegram,  telex,  radio,  televisi  atau  bahkan email (electronik mail) dan internet, surat masih saja digunakan dalam dunia komunikasi. Hal  ini  dapat  terjadi  karena  dengan  surat  seseorang  akan  lebih  bebas
dalam  menyampaikan  panjang  pendeknya  informasi  sedangkan  surat yang isinya rahasia pun akan terjamin keamanannya.
Surat
Jadi Apa pengertian surat itu sendiri?? Secara umum Pengertian  surat  adalah  berita  atau  informasi  yang  disampaikan  dari satu  pihak  kepada  pihak  lain  atas  nama  pribadi  atau  organisasi  yang
ditulis di atas sehelai kertas atau media lainnya.

Pengertian Surat Menurut Ahli

1. Menurut Ahli Euis  Sumpriana berpendapat bahwa  surat  adalah  suatu  sarana  untuk  menyampaikan  pernyataan-pernyataan atau  informasi  secara  tertulis  dan  pihak  satu  kepada  pihak lain,  baik  atas  nama  sendiri,  maupun  atas  nama  jabatannya  dalam sebuah organisasi, instansi ataupun perusahaan.
2. Menurut Ahli Tintin  Astini  &  Aah  Johariah surat   adalah   suatu   alat   untuk   menyampaikan   informasi   atau pernyataan  secara  tertulis  yang  dibuat  oleh  seseorang  atau  pejabat kepada  pihak   lain   baik  atas   nama  sendiri   maupun   jabatan  dalam organisasi.
3. Menurut Ahli  Durotul Yatimah Surat merupakan salah satu sarana komunikasi secara tertulis untuk menyampaikan   informasi   dari   satu   pihak   (orang,instansi,   atau organisasi)  kepada  pihak   lain  (orang,instansi,   atau  organisasi). Informasi  dalam  surat  dapat  berupa  pemberitahuan,  pernyataan, permintaan, laporan, pemikiran, sanggahan, dan sebagainya.

Jenis Surat

Dalam kehidupan sehari-hari terdapat bermacam-macam jenis surat yang beredar,baik antarorganisasi, antarinstansi maupun antarperusahaan. Dalam hal-hal tertentu jelas ada perbedaan-perbedaan, baik  dan  asal  surat,  sifat  surat  tujuan,  cara  pembuatan  ataupun  cara pengirimannya .
Jenis  surat antara lain
Jenis surat berdasarkan sifat  surat, berdasarkan wujud surat, berdasarkan keamanan  isinya, surat berdasarkan proses penyelesaiannya, berdasarkan kegiatan, menurut sasaran yang dituju,
dan jenis surat menurut dinas pos.

Jadi sebelum kita menulis surat kita harus tahu  Pengertian Surat dan Jenis Surat  .Dengan demikian artikel ini, semoga bermanfaat. Terima kasih.


Jenis Wangsalan :: Contoh Wangsalan

Jenis Wangsalan :: Contoh Wangsalan

September 30, 2015 4

Pengertian Wangsalan

Jika kemarin kita sudah bahas Pengertian Wangsalan Dan Contoh Wangsalan versi bahasa Indonesia mari kita simak Pengertian Wangsalan , Jenis Wangsalan dan Contoh Wangsalan dengan bahasa jawa.
 Contoh Wangsalan
Menurut Warih Jatirahayu Wangsalan   inggih   menika   saemper   cangkriman,   ananging   wangsulanipun sampun dipunsebutaken  sisan  sanajan  kanthi  cara  sinandi  (dipundhelikaken).

Jenis Wangsalan

Dalam bahasa jawa Jenis Wangsalan disebut Jinising Wangsalan
A. Jenis Wangsalan Lamba
Wangsalan ingkang namung isi batangan satunggal
B. Wangsalan Rangkep (Wangsalan Camboran)
Wangsalan    ingkang    isi    batangan    ingkang    langkung    saking    satunggal
C. Wangsalan Padintenan
Wangsalan  ingkang  mboten  mratelakaken  batanganipun,  sebab  tiyang-tiyang dipunanggep sampun mangertos batanganipun
D. Wangsalan Sinawung ing Tembang
Wangsalan     ingkang     pinanggih     wonten     salebetipun     cakepan     sekar




Contoh Wangsalan

1. Contoh Wangsalan Lamba
- Pindhang lulang, kacek apa aku karo kowe.
Sandi: pindhang lulang = krecek
Wangsulan: kacek apa aku karo kowe.
- Kukus gantung, tak sawang sajake bingung.
Sandi: kukus gantung = sawang
Wangsulan: tak sawang sajake bingung
2. Wangsalan Rangkep (Wangsalan Camboran)
Jenang sela, wader kalensesondheran.
Apuranta, yen wonten lepat kawula.

Sandi: Jenang sela =  apu, Wader kalen = sepat
Wangsulan  : Apuranta, yen wonten lepat kawula.
3. Wangsalan Padintenan
Njanur gunungMas, Sampeyan gelem mampir.
Sandi: Njanur gunung = aren
Wangsulan: kadingaren
4.  Wangsalan Sinawung ing Tembang
Kinanthi
Kinanthi linging pitutur
Kenthang rambat(1) menyan putih(2)
Awasna dipunpratela
Tolihen wiranging wuri
Cecangkok wohing klapa(3)
Kang dadi pathoking urip 

Sandi: (1) Kenthang rambat batanganipun tela
Wangsulan :
(2) Menyan putih batanganipuntawas
(3) Cecangkok wohing klapa batanganipun bathok
(1) Awasna dipunpratela
(2) Tolihen wiranging wuri
(3) Kang dadi pathokingurip

Demikian artikel tentang Pengertian Wangsalan, Jenis Wangsalan Dan Contoh Wangsalan Versi Jawa, semoga bermanfaat. Terima kasih


Pengertian Kecerdasan Emosi

Pengertian Kecerdasan Emosi

September 27, 2015 1

Pengertian Kecerdasan

Kecerdasan atau Intelligensi adalah kemampuan untuk menguasai kemampuan tertentu. Namun tingkatan nya yang berbeda.
emosi, cerdas , kecerdasan
Kecerdasan Emosi
Banyak ahli yang berpendapat tentang kecerdasan , antara lain:
1. Menurut Ahli  Dusek Inteligensi atau kecerdasan di definisikan melalui dua jalan yaitu secara kuantitatif adalah  proses belajar untuk memecahkan masalah yang dapat diukur dengan tes inteligensi,  dan secara kualitatif suatu cara berpikir dalam membentuk konstruk bagaimana menghubungkan dan mengelola informasi dari luar yang disesuaikan dengan dirinya.
2. Menurut Ahli Howard Gardner kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan atau menciptakan sesuatu yang bernilai bagi budaya tertentu.
3. Menurut Ahli David Wescler juga memberi pengertian kecerdasan sebagai suatu kapasitas umum dari individu untuk bertindak, berpikir rasional dan berinteraksi dengan lingkungan secara efektif.

Pengertian Emosi

Mungkin yang kita tahu emosi sering terjadi ketika saat tertekan atau ada rasa yang mengganjal hati yang membuat kita kesal. Jadi Emosi itu apa??
Emosi adalah suatu keadaan gejolak jiwayang berhubungan dengan pikiran dan perasaan yang meliputi rasa senang, cinta, terharu, sedih, marah, cemburu, cemas, takut, panik dan sebagainya.
Dan ternyata emosi bukan saat kita marah saja, ada sedih, cemburu dsbnya diatas.

Pengertian Kecerdasan Emosi 

Pengertian kecerdasan emosi adalah jenis kecerdasan yang fokusnya memahami, mengenali, merasakan, mengelola dan memimpin perasaan sendiri dan orang lain serta mengaplikasikannya dalam kehidupan pribadi dan sosial. Kecerdasan dalam memahami, mengenali, meningkatkan, mengelola dan memimpin motivasi diri sendiri dan orang lain serta mengaplikasikannya 
dalam kehidupan pribadi dan sosial.
Kecerdasan dalam memahami, mengenali, meningkatkan, mengelola dan memimpin motivasi diri sendiri dan orang lain untuk mengoptimalkan fungsi energi, informasi, hubungan dan pengaruh bagi
pencapaian-pencapaian tujuan yang dikehendaki dan ditetapkan.
Jadi dengan demikian mari kita cerdas dalam mengendalikan emosi.

Demikian sedikit kutipan tentang Pengertian Kecerdasan Emosi yang mampu kami rangkum. Semoga bermanfaat, terima kasih.

Contoh Analisis Laporan Keuangan

Contoh Analisis Laporan Keuangan

September 27, 2015 0

Contoh Analisis Laporan Keuangan Perusahaan

Analisis Laporan keuangan berarti bajian yang dilaksanakan terhadap sebuah perusahaan guna meneliti struktur perusahaan tersebut secara mendalam.
Jika kemarin kami admin Dunia Perpustakaan telah mempelajari Pengertian Laporan Keuangan Dan Jenis Laporan Keuangan. Mari kita lihat contoh Laporan keuangan berikut.
 http://www.daftarpustaka.web.id/2015/09/contoh-analisis-laporan-keuangan.html

Contoh Analisis Laporan Keuangan Berdasarkan Kinerja Capital,Asset,Management,Earnings,Liquidity

 Berikut contoh analisis laporan keuangan untuk menilai kinerja keuangan pada PD BPR Bank Bantul periode 2009-2011 .
a. Capital (permodalan)
Hasil  perhitungan  rasio permodalan  dari  tahun  2009  sampai 2011
mengalami penurunan  namun  rasio  CAR  pada  PD  BPR  Bank  Bantul
masih menunjukkan kondisi  yang sehat. Rasio CAR pada tahun 2009sebesar 40,71% dan pada tahun 2010 turun menjadi 36,92% serta pada tahun  2011  mengalami kenaikan  menjadi  37,99%  dengan  demikian dapat  disimpulkan  masih  ada  kepercayaan  masyarakat  atau  nasabah terhadap pihak bank dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya.
b. Asset (kualitas  aktiva  produktif)
 Penilainan  kualitas  aktiva  produktif  pada  dua  rasio,  rasio  pertama yaitu   menggunakan   menggunakan   rasio
aktiva   produktif   yang diklasifikasikan  terhadap  aktiva  produktif.  Nilai  rasio  ini  pada  tahun
2009  adalah  7,67%  pada  tahun  2010  mengalami  penurunan  menjadi
6,82%  dan  pada  tahun  2011  juga  mengalami  penurunan  kembali menjadi 6,11 % sehingga dapat dikatakan bahwa rasio kualitas aktiva produktif  dari  tahun  2009-2011  berada  dalam  kondisi  sehat.  Hal inimenunjukan  bahwa  bank  tidak  dapat  mengelola  dana  dengan  baik
sehingga  kredit   yang  diberikan kurang  dapat   meningkatkan  total aktiva  produktif.  Rasio  kedua  pada  penilaian  kualitas  produktif  yaitu menggunakan  rasio  penyisihan  penghapusan
aktiva  produktif  yang dibentuk  terhadap  penyisihan  penghapusan aktiva produktif   yang wajib  dibentuk.  Nilai  rasio  ini  tahun  2009-2011 berada  pada  kondisi yang tidak sehat. Meskipun demikian totalnilai kredit kualitas aktiva produktif  masih  berada  diantara  30%  yang  termasuk  dalam  predikat sehat.
c. Management (manajemen)
 Penilaian terhadap      faktor      manajemen      berdasarkan      pada pertanyaan/pernyataan  yaitu  10  pertanyaan  taupernyataan  manajemen
umum  dan  15  pertanyaan/pernyataan  manajemen  resiko  total  faktor
nilai manajemen pada tahun 2009 sebesar 75,33 poin pada tahun 2010
sebesar  75poin  dan  pada  tahun  2011  sebesar  77,33
poin  hal  ini menunjukan  bahwa  kinerja
manajemen  pada    PD BPR  Bank  Bantul masih dalam keadaan yang cukup baik
sehingga pencapaian usahanya dapat maksimal.
d. Earnings
Faktor  rentabilitas  dinilai berdasarkan  dua  rasio,  rasio  pertama  yaitu rasio laba sebelum pajak terhadap total aktiva (rasio ROA). Besarnya rasio  ini  pada  tahun  2009  adalah  2,83%  pada  tahun  2010  mengalami penurunan menjadi 2,50% dan pada tahun 2011 mengalami penurunan
kembali  menjadi  2,12%.  Meskipun  dari  tahun  ke  tahun  mengalami penurunan,  namun  keadaan  ini  tidak  berpengaruh  pada  indikator kesehatan  bank karena  masih  tetap  dalam  kondisi  sehat.
Rasio  kedua yang  digunakan  pada  penilaian  faktor  rentabilitas  adalah  rasio  biaya operasional terhadap pendapatan operasional (rasio BOPO). Besarnya nilai rasio ini pada tahun 2009 adalah 84,64%, pada tahun 2010 rasio ini   mengalami   kenaikan   menjadi   84,73%   dan   pada   tahun   2011 mengalami  kenaikan  kembali  menjadi  85,93%.  Nilai  rasio  dari  tahun 2009  sampai
dengan  tahun 2011  masuk  dalam predikat  sehat,  hal ini menunjukkan  bahwa  PD  BPR  Bank  Bantul  mampu  meningkatkan efisiensi dalam kegiatan operasionalnya
e. Liquidity (likuiditas)
Faktor  likuiditas  dinilai  berdasarkan  duarasio,  rasio  pertama  yaitu rasio  alat  likuid  terhadap  utang  lancar  (current  ratio).
Nilai  rasio  ini pada tahun 2009 adalah sebesar 25,42%, pada tahun
2010 mengalami penurunan  menjadi  19.95%  dan  pada  tahu  2011  mengalami  kenaikan
menjadi  28,11%.  Walaupun  pada  tahun  2012  mengalami  penurunan
namun  rasio  ini  masih  tergolong  sehat.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa
PD BPR Bank Bantul mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya
dengan  alat  likuid  yang  dimiliki. Rasio  kedua  adalah  rasio  kredit
terhadap  dana  yang  diterima  (loan  to  deposit  ratio).  Nilai  rasio  ini
pada tahun 2009 adalah sebesar 89,63%, pada tahun 2010 mengalami kenaikan menjadi 96,60% dan pada tahun 2011 men
galami penurunan menjadi 90,94%.   Semakin   kecil   rasio   ini   menunjukkan   bahwa
indikator kesehatan bank semakin baik

Contoh Analisis Laporan Keuangan Berdasarkan Kinerja Secara Keseluruhan

Kinerja keuangan PD BPR Bank Bantul secara keseluruhan periode 2009-2011
Tingkat  kesehatan  bank  pada  PD  BPR  Bank  Bantul  secara  umum  pada tahun  2009  sampai  dengan  tahun  2011 berdasarkan  nilai  kredit  CAMEL mengalami  perubahan. Pada  tahun  2009  jumlah  nilai  kredit  CAMEL sebesar   92,51 ,tahun   2010   jumlah   nilai   kredit   CAMEL   mengalami penurunan  menjadi 91,03 dan  pada  tahun  2011  mengalami  kenaikan
menjadi  92,27. Meskipun  demikian  perubahan  yang  terjadi  pada  tahun
2009-2011  tidak  terlalu  signifikan  sehingga masih  menempatkan tingkat kesehatan PD BPR Bank Bantul dalam predikat sehat. sumber UNY

Dengan demikian sekarang kita mampu menganalisis laporan keuangan sebuah perusahaan , mungkin ini saja Contoh Analisis Laporan Keuangan yang mampu kami rangkum, semoga bermanfaat. Terima kasih.

Pengertian :: Jenis Laporan Keuangan

September 27, 2015 0

Pengertian Laporan Keuangan

A. Laporan Keuangan secara umum adalah laporan keuangan merupakan salah satu informasi yang penting bagi perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data-data yang terdiri dari neraca, dan perhitungan laba-rugi serta keterangan yang dimuat dalam lampiran-lampirannya.
Contoh Laporan Keuangan
Contoh Laporan Keuangan

B. Pengertian Laporam Keuangan Menurut Ahli
1. Pengertian Laporan Keuangan Menurut Ahli Munawir Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data
atau aktivitas perusahaan tersebut.
2. Pengertian Laporan Keuangan Menurut Ahli Hanafi , laporan keuangan merupakan informasi yang
dapat dipakai untuk pengambilan keputusan, mulai dari investor atau calon
investor sampai dengan manajemen perusahaan itu sendiri. Laporan keuangan akan memberikan informasi mengenai profitabilitas, risiko, timing aliran kas, yang kesemuanya akan mempengaruhi harapan pihak-pihak yang berkepentinga.

Jenis Laporan Keuangan

1. Menurut Ahli Warsono Jenis Laporan Keuangan ada 2 macam bentuk utama yang dihasilkan oleh suatu perusahaan yaitu Neraca dan Laporan laba rugi,
a. Neraca
Neraca adalah laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan suatu organisasi pada suatu periode tertentu. Neraca perusahaan ini disusun berdasarkan persamaan dasar
akuntansi, yaitu bahwa kekayaan atau aktiva (asets) sama dengan kewajiban
(liabilities) ditambah modal saham (stock equities )
b. Laporan laba-rugi
Laporan laba-rugi adalah laporan keuangan yang mengambarkan hasil-hasil usaha yang dicapai selama periode tertentu. Laba rugi bersih adalah selisih antara pendapatan total dengan biaya atau
pengeluaran total. Pendapatan mengukur aliran masuk asset bersih (setelah dikurangi utang) dari penjualan barang atau jasa.

Tujuan Laporan Keuangan

Sekarang kita mengetahui dari tujuan laporan keuangan yaitu dapat memberikan informasi mengenai sumber daya ekonomi kewajiban, dan modal sendiri dari suatu perusahaan dan sebagai
alat untuk berkomunikasi antara data keuangan suatu perusahaan dengan
pihak-pihak yang berkepentingan.

Demikian artikel tentang Pengertian Laporan Keuangan dan Jenis Laporan Keuangan yang kami rangkum , semoga bermanfaat. Terima kasih.